Langsung ke konten utama

GOD IS DEAD !!!

Salam.

Judul artikel nya nyeleneh banget yah haha. Saya membuat artikel ini terinspirasi dari ungkapan Friedrich Nietzche yaitu God Is Dead / The Death Of God (dalam bahasa Jerman: Gott Ist Tot) yang kemudian ditulis dalam salah satu karya nya yaitu "The Gay Science" (dalam bahasa Jerman: Die fröhliche Wissenschaft).


Friedrich Nietzche (Philoshoper)
Dia adalah seorang filsuf berasal dari Jerman. Kalo mau tentang dia browsing sendiri aja ya haha.


Ya ini adalah artikel pertama saya, awal dan tujuan dibuat nya artikel ini simple sih sebenarnya cuma mengungkapkan rasa kekesalan aja sama keadaan sosial di Indonesia dan dunia yang sudah membusuk ini hahaha!!! cukup lah sudah seperti tragedi Genocide umat Yahudi yang dilakukan Nazi, perselisihan Palestina dan Israel, Pendiskriminasian umat Islam oleh umat Buddha di Myanmar dan masih banyak lagi biarkan semua itu menjadi sejarah dan tak akan terulang di masa yang akan datang karena tetap awal semuanya itu hanya alasan klise yaitu "POLITIK" para penguasa di negeri nya menggunakan agama sebagai tameng padahal semuanya hanya untuk keuntungan pribadi dan politik dan mengorbankan rakyat yang tidak berdosa. Disini saya tidak berpihak terhadap agama tertentu karena saya yakin semua agama mengajarkan kebaikan, cinta dan damai. Dan tujuan artikel ini juga cuma pengen saling berbagi aja hehe.
Ini semua hanya dari perspektif saya saja ya hehe karena setiap
orang memiliki perspektif yang berbeda-beda. Jadi saya terserah
kalian yang membaca artikel ini jika setuju ya bagus kalau tidak sih gak apa-apa. Oke langsung aja !!!


Tuhan sudah mati ? Ya memang benar tapi dalam konotasi yang lain yaitu “Dimana manusia jaman sekarang memiliki tuhan-tuhan yang baru ya! itu adalah uang, bukan hanya uang tapi mereka juga memiliki tuhan-tuhan yang ada di TV, majalah, internet, sosial media, radio bahkan menuhankan agama”.
Hal ini juga berhubungan dengan konsep ber-agama dan ber-ketuhanan. Mereka mengakui bahwa mereka ber-agama dan hal ini bisa dilihat, disaksikan, diakui dan dinilai orang lain; betapa seseorang secara pribadi sangat rajin datang ke tempat peribadatan dan mereka telah mematuhi semua yang diisyaratkan agama yang dianut nya. Tetapi apakah mereka juga sudah mewujudkan cara hidup ber-ketuhanan dengan benar sesuai agama yang dianut nya ? Belum tentu, karena Tuhan tak ber-Agama dan Agama pun bukan Tuhan. Sepertinya ber-agama dan ber-ketuhanan adalah hal yang sama tapi menurut saya itu berbeda hakikat, agama itu sistem aturan yang berdasarkan kepercayaan akan tuhan. Misalnya ada sesorang yang ber-agama Islam dia juga hafal Injil tapi belum tentu dia memiliki rasa ke-tuhanan, nah jadi tidak semua orang agama ber-ketuhanan dan semua orang ber-ketuhanan pasti punya agama.
Yang saya lihat sekarang banyak orang yang mengaku ber-agama, rajin beribadah tetapi lupa sama Tuhan ya seperti orang yang terlalu fanatik terhadap agama yang dianut nya lalu dirinya akan menganggap bahwa agama lain adalah agama sampah, kafir ,para penguasa negeri yang menggunakan agama untuk sebuah tameng padahal sebenarnya hanya untuk kepentingan pribadi dan politik, lama kelamaan itu semua malah menimbulkan "dimana pembunuhan, pembantaian sesama manusia yang berbeda agama akan dihalalkan", pertikaian agama, perang antar agama, menjual agama demi kepentingan pribadi, korupsi dan dari itu semua sudah banyak contohnya. Apa karena sekarang yang dipuja bukan lagi Tuhan nya tapi dunia dan Agama nya ? Padahal saya yakin semua agama di muka bumi ini pasti mengajarkan kebaikan, cinta, kedamaian. Tapi kenapa masih banyak perang atas nama agama dimana-mana. Gak ngerti juga sebenernya kenapa pada melupakan tuhan malah mentuhankan agama dan dunia.
Tuhan boleh berbeda, Agama boleh berbeda, ritual keagamaan boleh berbeda, simbol keagamaan boleh berbeda tapi jika semua umat beragama sudah sudah “berketuhanan” dengan cara yang benar menurut yang dianut nya masing-masing mungkin tidak ada lagi masalah seperti yang disebutkan di atas tadi. Yang ada hanyalah hidup bersama saling pengertian, kerja sama saling membantu, saling menghargai, saling berbuat kebajikan, dll. Bukan dalam hal agama saja tapi bisa pada aspek kehidupan bersama.
Dan mulai sekarang saya memutuskan bahwa saya adalah seorang “FREE THINKER”. Secara bahasa Indonesia free thinker adalah pemikir bebas, beberapa website dan manusia juga mengatakan free thinker adalah seseorang yang tidak percaya adanya Tuhan atau juga disebut Ateis. Tetapi free thinker disini menurut perspektif saya sendiri lho... Saya adalah pemikir bebas. Tapi saya tetap mempercayai ajaran agama saya, yang dengan demikian saya bukanlah seorang ateis. Saya juga tetap percaya kepada ‘Tuhan’. Hanya saja, dalam sudut pandang yang berbeda.
Saya adalah pemikir bebas. Saya ingin berpikir dengan bebas, tanpa ada yang membatasi dengan ini-itu, boleh-tidak boleh, benar-salah, atau dosa-tidak dosa. Kalu cuma berpikir apa salahnya sih? Toh semuanya cuma terjadi di dalam kepala saya. Dan kalaupun itu saya tuangkan ke dalam tulisan, itu terserah Anda menilainya.
Saya adalah pemikir bebas. Memang tidak ada kebebasan yang sebebas-bebasnya. Dunia ini berjalan dengan aturan. Saya pun akan hidup dengan aturan. Tapi saya tidak ingin menuruti aturan-aturan yang dibuat oleh beberapa orang, demi kepentingan-kepentingan yang merugikan.
Saya adalah pemikir bebas. Meski begitu, saya tidak akan berkata “terserah saya dong”. Tidak. Saya memahami bahwa apa yang kita ucapkan dan lakukan akan mempengaruhi orang lain. Saya juga memahami bahwa setiap orang punya sudut pandang sendiri. Hal paling positif yang saya sampaikan bisa saja di-salahartikan.
Walau saya ngaku-ngaku sebagai pemikir bebas, saya tetap menghargai segala hal. Bagi saya, itulah kebebasan. :)



Mungkin cukup sampai disini artikel nya.
Thanks.



Komentar

Posting Komentar